Menurut Kantor Berita ABNA, Menlu Iran dalam artikel yang dimuat Daily Online hari ini (Rabu,12/8/2020) mengatakan, "Di luar masalah salah urus dalam penanganan Covid-19, dan pelemahan terhadap perdamaian dan stabilitas negara lain; AS tidak memiliki program realistis, kecuali melancarkan serangan membabi-buta terhadap semua pihak yang mendukung supremasi hukum,"
"Amerika Serikat adalah pemerintah pertama dalam sejarah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tidak hanya melanggar resolusi bersama yang mengikat dan ikut terlibat dalam penyusunannya, tetapi juga menjatuhkan sanksi terhadap pemerintah dan perusahaan yang menerapkan ketentuan resolusi yang didukung hukum internasional," tulis Zarif hari ini.
Menlu Iran menunjukkan bahwa perilaku destruktif Amerika Serikat menargetkan seluruh struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Jika Dewan Keamanan PBB dipaksa untuk menghancurkan resolusinya sendiri dengan menindas satu anggota, maka pada kenyataannya kita akan menyaksikan beberapa generasi ke belakang dalam multilateralisme komunitas internasional," papar Menlu Iran.(PH)
342/